Mencari Kesunyian di Telaga Sunyi

14.37



Setapak sunyi dan sungai memanggil perlahan, lewat pepohonan, lewat gemericik air. Sementara itu sinar mentari semburatnya menelusup dari sela-sela rimbun daun dan ranting. Wangi tanah menghambur, turut mengantarkan kita pada suatu tujuan yang sepi: Telaga Sunyi.


Manusia adalah makhluk sosial. Tapi tak bisa dipungkiri kalau terkadang, kesendirian begitu kita butuhkan. Untuk kembali memulihkan pikiran, dan menemu diri sendiri, usai hiruk pikuk kota membuat kita tersesat.

Telaga Sunyi, adalah salah satu pilihan tepat untuk menyepi. Sudah terlihat jelas dari nama yang disematkan kepadanya. Sunyi, berkisar di antara alam.  Hijaunya pemandangan terlihat di segala arah saat Anda berada di sana. Sementara itu, tiada suara lain selain nyanyian burung-burung kecil, siut angin, dan tentunya gemericik air.


Namun sesunyi apapun tempat ini terdengar, Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, tak sulit menempuh perjalanan ke sana. Hanya berjarak sekitat 3 KM dari obyek wisata Baturraden, Anda pun akan sampai pada setapak yang akan membawa Anda pada telaga nan cantik ini. Sungguh, ia memang sunyi, tetapi bukan berarti betul-betul menyendiri, tertutup, dan tak ramah pada wisatawan.

Meski begitu, bicara soal keramahan, ada satu mitos yang telah lama beredar dari Telaga Sunyi ini. Ia mencintai kesunyian, hingga geram bila mendengar kata-kata kasar nan kotor. Ya, beredar kabar bahwa apabila Anda berkata kasar atau kotor di sana, maka Anda akan tercebur tiba-tiba di dalam Telaga, seperti ada kekuatan yang mendorong Anda.

Percaya ataupun tidak, tapi bukankah kesunyian tak sepantasnya dinodai dengan rangkaian kata dan perbuatan yang tidak pantas? Alih-alih memulihkan diri, justru malah Anda tak dapat menemukan esensi dari liburan sunyi itu sendiri.

Foto: wisatajakarta.co.id, tempatwisataid.com, fadeyjevera.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe