Alam Semesta Adalah Refleksi?

14.23



Pernah melihat hologram? Hologram merupakan sebuah benda yang memproyeksikan gambar tiga dimensi dengan bantuan cahaya, lewat benda berdimensi lebih rendah (dua dimensi). Untuk itu, gambar tiga dimensi pada hologram dianggap "tidak nyata"

Namun, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa semesta kita ini mungkin merupakan proyeksi dari hologram. Ya, betul, Hologram. Kita, dan aktivitas yang dilakukan pada ruang berdimensi tiga ini adalah refleksi dari sebuah hal yang dimensinya lebih rendah.

Salah satu penelitian yang mengindikasikan hal tersebut adalah penelitian GE0600 pada tahun 2010 lalu. GE0600 merupakan perangkat buatan Jerman, yang selama tujuh tahun terakhir telah melacak gelombang gravitasi dari benda-benda luar angkasa seperti Blackhole. Lewat detektor tersebut, tim peneliti mendengar adanya bunyi-bunyian berisik yang ditangkap oleh detektor tersebut. Bunyi-bunyian tersebut terdengar asing dan sulit untuk didefisiniskan jenisnya.

Namun seorang fisikawan dari Fermilab, Illionis, Amerika Serikat, Craig Hogan mengatakan, bunyi-bunyian tersebut merupakan hantaman gelombang kuantum mikroskopik ruang dan waktu. Yang artinya, batas ruang dan waktu tidak lagi berbentuk aliran kontinum, dan merupakan sesuatu dengan dimensi yang lebih rendah, tetapi memiliki informasi untuk dipancarkan.

Hal ini mungkin kedengaran aneh. Karena, semua hal yang kita lakukan saat ini seolah terlihat jauh lebih nyata daripada sekadar proyeksi dari sebuah hal. Namun hal tersebut mungkin juga terkait dengan lubang hitam yang selama ini menjadi misteri.

Lubang Hitam, Sumber Proyeksi?

Stephen Hawking pernah mengatakan sesuatu yang cukup fenomenal, yakni, jangan menyerah terhadap lubang hitam.

Selama ini, kita semua berpikiran bahwa lubang hitam akan menghancurkan segala hal, termasuk cahaya. Tetapi Hawking beranggapan lain. Secara fisik memang semuanya akan hancur, namun informasi tentang segala hal tetap ada pada ruang dua dimensi di balik lubang hitam. Seperti layaknya hologram.

Translasi benda tiga dimensi menuju dimensi yang lebih rendah, dan menjadi sebuah informasi disebut super-translasi. Hal ini banyak menjadi perdebatan karena belum jelas seperti apakah batas dari lubang hitam tersebut, dan hologram macam apa yang bisa bertahan di balik sebuah lubang hitam. Selain itu, teori yang sejalan dengan mekanika kuantum ini, juga bertentangan dengan teori relativitas umum-nya Einstein, yang mengatakan bahwa semua hal yang melewati lubang hitam akan hilang, baik fisik maupun informasi tentang hal tersebut.

Lalu manakah yang benar? Selama ini, teori sefenomenal apapun sebetulnya hanya dapat ditunjukkan oleh detektor samar, juga rumus-rumus. Rumus sendiri tak selalu menunjukkan kenyataan, karena semesta raya ini begitu luasnya, dan mungkin masih ada ribuan rumus lain yang belum terpikirkan oleh kita. Cara membuktikannya? Ya dengan mengamati langsung. Tetapi, hal tersebut membutuhkan biaya dan teknologi yang sangat, sangat besar. Mustahil untuk dilakukan pada saat ini.

Sumber foto: espritsciencemetaphysiques.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe