Sembuhkan Luka Anak Pasca Perceraian

13.51



Tidak ada manusia yang menginginkan perceraian. Namun, tak selamanya mempertahankan pernikahan menjadi pilihan yang terbaik. Termasuk bagi buah hati Anda.

Anak memang kerap kali menjadi ganjalan dalam sebuah perceraian. Banyak orangtua yang berpikir bahwa perceraian akan menyebabkan trauma pada anak, serta membuatnya menjadi pribadi yang tidak baik. Namun terkadang, rumah tangga yang tidak sehat justru akan membawa dampak yang lebih buruk.

Hanya saja, usai perceraian terjadi, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, agar anak Anda tidak membawa luka akibat perpisahan itu hingga dia dewasa nanti.


1. Beri pemahaman yang jelas
Banyak orangtua yang menutupi perceraian mereka pada anak. Mungkin menurut mereka, hal tersebut akan membuat anak tenang. Padahal, suatu saat anak akan tumbuh dewasa dan eemahami apa yang sebetulnya terjadi. Dan ketika dia tahu bahwa Anda berbohong, kemungkinan besar ia akan kecewa. Kekecewaan itu bisa membuatnya shock.

Seburuk apapun keadaannya, selalu beritahu anak Anda. Berikan pemahaman dengan bahasa yang sesuai dengan umurnya. Mungkin bila anak Anda masih kecil, hal itu akan membuatnya bingung. Namun lama kelamaan, dia akan memahami apa yang sebenarnya terjadi.


2. Jangan pisahkan
Pastinya banyak di antara Anda yang bercerai karena dikecewakan oleh pasangan. Bahkan tak jarang yang kemudian membenci pasangan. Mungkin kalau Anda belum punya anak, menjauhinya sejauh mungkin tidaklah masalah.

Namun, hubungan Anda tak lagi sekadar Anda dan dia saja, bila buah hati telah hadir di antara kalian berdua. Sekecewa apapun Anda terhadap mantan pasangan, jangan pernah pisahkan anak Anda dengan Ayah/Ibunya. Terlebih bila alasannya hanya untuk membuat mantan sakit hati. Anak Anda adalah pribadi yang tumbuh, bukan alat balas dendam.


3. Hindari paksa anak
Sudah menjadi hal yang umum bila banyak orangtua yang memaksa anak untuk menerima perceraian dengan seutuhnya. Kalimat "jangan karena broken-home terus kamu bisa jadi anak yang rusak" adalah kalimat yang seringkali diucapkan orangtua bila anaknya bertingkah buruk, dengan alasan karena tak bisa menerima perceraian.

Memang betul, perceraian sebaiknya tidak menjadi alasan bagi anak untuk berperilaku buruk. Karena toh banyak anak yang berasal dari keluarga utuh, tapi justru memiliki perangai buruk. Namun bila pada suatu saat anak Anda mengeluhkan dan bertingkah macam-macam karena perceraian Anda, bimbinglah dia. Jangan langsung memaksa dia untuk menjalani hidup seperti yang lain. Nasehatilah dia dengan cara yang tidak menggurui, agar dia tak makin menyalahkan perceraian Anda dan mantan pasangan Anda.

Memang tidak mudah, memberikan pemahaman pada anak tentang perceraian. Dan tidak mudah pula memulihkan kondisi jiwanya yang tertekan. Tapi percayalah, bila Anda bersikap bijak pada anak, anak pun lambat laun akan memahami, bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang terbaik

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe