Mudahnya Menyalahkan Orang Lain Lewat Kabut Asap

19.36



Kalau ada kejuaraan yang pantas diselenggarakan di Indonesia, dan akan menuai banyak peserta handal, mungkin itu adalah kejuaraan memprovokasi. Bagaimana tidak? Hampir semua hal yang beredar lewat media dan lewat opini masyarakat merupakan hal yang negatif. Seperti misalnya permasalahan kabut asap di yang ada di Sumatra dan Kalimantan. Baik pers maupun masyarakat di media sosial secara kolektif menyalahkan pembakaran sawit besar-besaran sebagai penyebab utama kabut asap.

Memang, pembakaran hutan berdampak pada kabut asap. Namun menyalahkan korporasi kelapa sawit tanpa alasan ilmiah yang jelas dapat menyebabkan kesalahpahaman dan chaos di tengah masyarakat. Bahkan kesalahpahaman ini membuat masyarakat turut menyalahkan pihak-pihak seperti TNI yang dinilai bekerja lambat. Padahal, permasalahan kabut asap tidaklah sesederhana itu.

Kabut asap sendiri memang disebabkan hutan yang terbakar. Namun mengapa hutan-hutan di Sumatra dan Kalimantan yang mudah terbakar, karena tanahnya berupa lapisan gambut. Lapisan gambut ini tadinya merupakan rawa-rawa gambut yang  dikeringkan untuk digunakan sebagai lahan cocok tanam. Ketika kering, lapisan gambut itu hanyalah berupa sisa-sisa tumbuhan, seperti batang, ranting, dan daun, yang mudah terbakar. Terlebih pada musim kemarau panjang akibat El Nino seperti saat ini. Tidak hanya hutan-hutan di wilayah Kalimantan dan Sumatra saja yang terbakar, tetapi juga tempat lain seperti Gunung Sindoro dan Lawu.

Solusinya? Ya memang solusi atas permasalahan ini tidaklah sederhana. Pasalnya, asap sudah terlanjur menyebar di berbagai area, dan lapisan tanah gambut bagian dalam masih menyimpan panas. Seberapa banyakpun kita menyemprotkan air di permukaan, bagian dalam yang menyimpan panas masih akan membakar, dan lagi-lagi menyebabkan asap pekat. Dan untuk menggunakan metode lahan yang disekat dan didinginkan hingga ke bagian dalam pun, rasanya sangat sulit, karena area yang panas sudah banyak menyebar.

Yang dapat kita lakukan hanyalah berharap musim hujan segera tiba, dan dapat memadamkan panas di dalam lapisan gambut. Juga pencegahan di tahun-tahun mendatang, dengan tidak lagi mengeringkan tanah-tanah gambut. Dan penting juga untuk tidak asal mempercayai provokasi, baik dari media ternama maupun dari mulut ke mulut. Memang sih, pemerintahan saat ini penuh dengan kepentingan. Namun tidak mudah lho, menyelesaikan permasalahan yang menyangkut iklim. Karena kita tidak bisa melawan alam, bukan?

Sumber foto: www.celebrateyou.net.au

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe