Ketika Matahari Mati

22.56


Sudah banyak saya mendengar cerita tentang kiamat atau rekaan tentang hal itu dalam bentuk video. Namun, beberapa waktu lalu, saya menemukan satu video rekaan kiamat yang membuat saya jatuh hati. Tidak ada hubungannya dengan arwah atau hantu-hantu, tetapi dengan matahari.

Seperti yang kita ketahui, matahari adalah salah satu sumber kehidupan kita. Maka, ketika matahari meredup dan kemudian mati, maka matilah juga seluruh kehidupan di Bumi. Seperti apa yang digambarkan dalam video sekaratnya matahari berjudul "Stardust'




Yang saya suka dari video tersebut adalah, animasinya yang apik, lembut, dan begitu natural. Kematian matahari tidak digambarkan secara berlebihan, tetapi pesan yang sendu itu bisa tersampaikan lewat matahari yang meluapkan api-api di tubuhnya, mengembang dan meledak di tengah-tengah energi gelap alam seemesta raya. Begitu indah. Namun sunyi, sedih.

Serta bagian di mana sekelebat kehidupan manusia, mulai dari tawa orang-orang, hingga transportasi yang lalu-lalang, sebelum pada akhirnya matahari mengecil dan mati, adalah hal yang paling menarik bagi saya. Mengapa? Karena saat melihat bagian tersebut, saya seperti merasa bahwa, sekecil apapun hal yang kita alami dalam hidup, hal tersebut indah, dan berarti.

Matahari memang bola panas raksasa dengan suhu sekitar 5700 Kelvin, dan berdiameter 1,3 juta kilometer. Tapi bukan berarti matahari tidak bisa mati. Bahkan diperkirakan bahwa, 5 milyar tahun lagi, matahari akan mendingin, dan menjadi katai coklat, lalu meledak dan mati. 5 milyar tahun memang waktu yang sangat, sangat lama bagi kita. Tetapi tidak, bagi umur alam semesta.

Lagipula, waktu yang panjang di mata kita, hanya serasa kerjapan mata di semesta, bukan?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe