Kecantikan Indonesia,Yang Paham ya Indonesia #SmescoNV

23.34


Kalau berbicara tentang perawatan kecantikan dengan kawan-kawan saya, pastilah nama-nama yang muncul tidak jauh dari Garnier, SK II, La Mer, L'Occitane, atau setidaknya, The Body Shop. Entahlah. Mungkin produk-produk tersebut memang punya kandungan yang dapat mempercantik kulit, atau memang karena terkenal dan berharga cukup mahal, merk-merk tersebut dianggap efektif dan terpercaya.
Padahal, itu semua hanya masalah pencitraan serta kemasan saja. Ya, saya sedang hidup pada masa di mana sesuatu yang mahal dan berasal dari tempat yang jauh, jauh lebih terpercaya ketimbang yang murah dan berasal dari negara sendiri. Orang-orang sudah terlanjur termakan keyakinan "ada harga, ada rupa". Oh ya, juga dengan kalimat "sudah teruji secara khusus di institut luar negeri". Seolah semua yang punya embel-embel luar negeri lebih superior, lebih cerdas, lebih baik. Ini agak menyedihkan, menurut saya. Ibaratnya, kita lebih percaya perkataan orang lain, ketimbang keluarga sendiri.
Tapi, apakah saya sedang mengatakan sesuatu yang banal? Sebetulnya tidak. Nyatanya memang banyak orang menganggap bahwa merk luar lebih berkelas ketimbang merk Indonesia. Termasuk saya, pada awalnya, kalau boleh jujur. Namun belum lama ini, saya menemukan sebuah merk kecantikan asal Indonesia, yang baik secara kemasan maupun kandungan, tidak kalah berkelas, lho, dengan merk luar. 


Namanya adalah Serambi Botani. Tidak perlu embel-embel "telah diuji klinis di laboratorium Amerika", karena di Indonesia pun kita punya Institut Pertanian Bogor, yang menjadi "pabrik" dari produk ini. Serambi Botani sendiri menyediakan berbagai produk kecantikan dan kesehatan, mulai dari lulur,sabun,minuman berkhasiat, hingga vitamin dan aromaterapi. Kemasannya pun, tidak kalah lho, dengan kemasan kampanye cinta bumi ala The Body Shop. Warna coklst tanah dipadu dengan warna-warna alam lain, membuat Serambi Botani dapat mencitrakan dirinya sendiri sebagai produk organik dan sehat.

Tetapi, organik dan sehat ini tidak sekadar pencitraan saja. Saya mencoba sabun propolis (liur lebah) dan masker bengkoang dari Serambi Botani, dan ya, saya merasa kulit wajah dan tubuh saya halus dan segar. Tanpa efek samping. Padahal saya memiliki kulit yang sensitif. Kesegaran ini ditambah dengan aroma alami khas rempah Indonesia yang begitu menenangkan. Membuat saya merasa seperti putri keraton dalam beberapa saat.
Saya membeli produk ini di Grand Indonesia, dan jujur sebelumnya saya merasa kalau kantong saya akan jebol, saat membeli produk ini. Nyatanya, produk ini murah sekali. Saya hanya mengeluarkan kocek sekitar 20.000 rupiah saja lho, untuk membeli dua produk tersebut. Untuk produk-produk lain pun, harganya tak kalah ekonomis.
Menggunakan produk kecantikan dari Serambi Botani, membuat saya merasa cantik secara Indonesia. Ya, Indonesia. Karena saya adalah gadis Indonesia berkulit langsat, rasanya saya tak perlu tergiur untuk mendapatkan kulit seputih boneka Jepang, seperti apa yang ditawarkan produk-produk terkenal dari luar. Dan tidak berlebihan juga kalau saya bilang, produk kecantikan semestinya sesuai dengan identitas kecantikan kita.
Dan saya sih berharap, semoga semakin banyak produk-produk kecantikan lokal yang hadir di Indonesia. Saya rasa kita hanya perlu percaya diri untuk meramu ramuan kecantikan khas negeri kaya ini saja. Toh untuk memasarkan, kita sudah punya banyak media. Misalnya saja, lewat media sosial, atau pameran seperti yang biasa digelar di Smesco. Karena sekali lagi, siapa sih yang lebih mengenal kecantikan Indonesia, selain Indonesia itu sendiri?


You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe