Dating A Military Man

10.41


Menjalin hubungan dengan pria yang berlatar belakang militer, memang terlihat keren dan romantis. Postur tubuh mereka yang biasanya gagah, sangat lelaki dan berwibawa, membuat perempuan mudah untuk jatuh cinta.

Namun rupanya, tidak semudah itu menjalin hubungan serius dengan pria berlatar belakang militer. Anda mungkin melihat para rekan wanita mereka, atau istri mereka sebagai sosok yang terlindungi, dan tugasnya hanya sekadar mendampingi sang pria saja. Padahal, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan bila Anda ingin berhubungan serius dengan pria militer. Apa saja?

1. Hubungan Anda dan si dia bukan tentang kalian saja

Pria yang berasal dari TNI, harus menuruti peraturan dan protokoler yang ada, tak hanya dalam lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal tersebut juga berlaku jika mereka akan menikah.

Ada banyak surat dan dokumen yang harus Anda lengkapi bila Anda ingin menikah dengan pria dari kalangan TNI, yang tentunya lebih banyak dan rumit ketimbang bila Anda menikah dengsn pria selain TNI. Jelas, hubungan serius ini tak hanya melibatkan Anda, dia, dan keluarga kalian, tetapi juga instansi.

2. Waktu adalah hal yang berharga

Saat masih menjadi taruna, si dia harus mengikuti pendidikan di asrama, dan hal tersebut jelas mengurangi intensitas pertemuan kalian. Selain itu, usai lulus pun, dia akan ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia, tak jarang ditempatkan di wilayah terluar.

Bila Anda belum menikah dengannya, Anda harus terbiasa dengan pola hubungan jarak jauh, dan tentunya bersabar apabila dia sedang tak bisa dihubungi. Tak semua wilayah di Indonesia memiliki sinyal yang baik

3. Kehilangan kehidupan dan pekerjaan

It's not literally, of course. Tapi bila Anda menikah dengan si dia, Anda jelas harus mendampingi dia bertugas, ke manapun. Anda harus siap kehilangan pekerjaan/mutasi, berpisah dengan kawan-kawan dan lingkungan pergaulan tempat Anda berada.

4. Sopan santun

Istri TNI memiliki perkumpulan bernama PERSIT, dan Anda haruslah berbaur dengan mereka, dan tentunya, menunjukkan sopan santun pada yang lebih tua, juga pada istri-istri yang jabatan suaminya berada di atas pasangan Anda.

Selain itu, Anda pun harus berhati-hati dalam bertingkah laku, dan bertutur kata, untuk menjaga nama baik dia. Karena perilaku istri menjadi cerminan sang suami. Bila istri berperilaku tak baik, suami dianggap tak dapat menjadi panutan. Dan hal ini bisa menghambat kenaikan jabatan si dia.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe