Time To Say Goodbye

20:50

Anda mencintai dia. Dia pun mungkin masih, atau pernah mencintai Anda. Namun ada beberapa kisah cinta yang semestinya diselesaikan di tengah jalan. Bukan karena cinta itu tak berarti, tapi karena memang itu yang terbaik. Pertemuan dengannya memang seharusnya seperti garis silang saja. Bertemu selekas saja dan berpisah di waktu yang tepat. Tapi kapan, dan mengapa Anda harus berpisah dengannya?

1. Dia tidak mencintai Anda. Dia hanya pernah mencintai Anda.
Cinta yang sudah usang tidak lagi berarti. Apalagi kalau sudah ada cinta baru yang ia berikan kepada yang lain. Sepahit apapun, Anda mesti pergi. Karena tak ada pengkhiatan yang bisa diperbaiki. Pengkhianatan itu, seperti candu. Sekali dia mengkhianati, keesokan dia akan mengulangi. Karena cinta dia kepada Anda, memang sudah terlalu usang untuk didaur ulang.
2. Saat bangun, mimpi Anda dan dia berbeda
Boleh jadi Anda dan dia punya mimpi yang sama saat tidur. Atau berbeda sama sekali. Tapi bila saat bangun, Anda dan dia punya mimpi yang berbeda, mungkin sudah saatnya kisah antara kalian diselesaikan. Memang tak ada pasangan yang punya tujuan hidup sama persis.Tetapi bila baik Anda dan dia tak saling melibatkan satu sama lain dalam rencana hidup, lalu untuk apa?
3. Anda tak lagi berada dalam arus pikirannya
Boleh jadi dia tak mengkhianati Anda. Atau menyakiti Anda secara langsung. Tetapi bila dia sudah tak memedulikan Anda, itu artinya Anda tak menjadi prioritas dia lagi. Pada suatu saat, ketika Anda menghadapi kesulitan, bisa jadi Anda akan menghadapinya sendiri meski memiliki pasangan -bila Anda tak segera mengakhiri hubungan dengan si dia.
4. Menyamakan Anda dengan sesuatu yang rendah
Anda tak melakukan kesalahan besar. Anda hanya tak sengaja melakukan kesalahan kecil, dan tak bermaksud jahat kepadanya. Tetapi dia kemudian menyamakan Anda dengan sesuatu yang rendah, tak selayaknya manusia. Kebersamaan dengan dia, nantinya, hanya akan merendahkan diri Anda
5. Bukan hanya hati, tetapi wajah dan tubuh juga terlukai
Wajar bila manusia mengalami kemarahan besar. Tetapi bila Anda adalah samsak tinju si dia, mungkin sudah saatnya lari. Ya, lari. Bukan sekadar pergi. Diri Anda begitu berharga, dan bukan tempat untuk meluapkan muntahan kemarahan
Perpisahan memang selalu perih. Bukan tentang momennya, tapi karena kenangan-kenangan yang ada di benak Anda. Tetapi yakinlah, usai selamat tinggal yang pahit, akan ada ucapan selamat datang yang sangat manis, dengan orang yang berbeda, yang mencintai Anda sepenuh hati.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe