La Manifestation, Ça Ne Marche Pas!

22:54



Apa yang terpikirkan di benak Anda saat mendengar kata "buruh" Kebanyakan pasti berpikir tentang peluh, pekerjaan terlatih yang berat (meskipun tenaga kerja terdidik pun juga termasuk buruh, selama dia masih bekerja di bawah orang lain), dan demonstrasi. Ya, kalau di Indonesia, kebanyakan yang melakukan demonstrasi besar-besaran biasanya ya mahasiswa, atau buruh terlatih. Begitulah. Seperti yang terjadi pada tanggal 1 September ini.



Menyampaikan aspirasi secara komunal, dianggap sebagai cara yang efektif untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Tapi menurut saya, di jaman sekarang, hal itu tidak terlalu berlaku. Kenapa? Ada banyak alasan, selain tentunya karena saya yang skeptis terhadap hal-hal semacam ini.

1. Ironic Process Theory

Bagi kalian yang pernah menonton Inception, pastilah tidak asing dengan kalimat yang diucapkan oleh Arthur ini: "Don't think about elephant. What are you thinking about?" Dan lawan bicara pun tak mungkin tak berpikir tentang gajah. Ini dinamakan Ironic Process Theory. Setiap larangan, atau kalimat yang bersifat imperatif, alih-alih dapat mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu, justru malah membuat mereka melakukan hal sebaliknya. Termasuk demonstrasi. Kalimat-kalimat yang diajukan dalam demonstrasi biasanya berbentuk imperatif dan memaksa. Hal itu justru malah membuat pihak yang didemo menjadi jengah, atau malah tidak peduli.

2. Tidak tahu apa yang disampaikan

Orang-orang yang melakukan demonstrasi, berteriak seraya membawa spanduk dan mengucap yel-yel, seolah mereka menghayati betul apa yang mereka inginkan. Padahal banyak di antara mereka yang sebetulnya hanya ikut-ikutan saja, tanpa tahu esensi dari apa yang disampaikan. Kalau ditanya kenapa, alasannya solidaritas. Kerjasama dan kesetiakawanan memang baik, tapi tidak dengan penyampaian aspirasi. Manusia dianugrahi otak untuk membedakan yang benar dan salah, dan untuk memahami apa yang betul-betul ia inginkan. Kalau sekadar ikut-ikutan, lalu buat apa?

3. Menyusahkan orang

Sudah menjadi rahasia umum kalau demonstrasi hanya menyusahkan orang, terutama yang bekerja di daerah di mana demonstrasi berada. Mulai dari kemacetan, sampai ancaman keamanan. Hal ini sungguh membuat urusan orang-orang terbengkalai. Tapi banyak pendemo yang berkilah dan meminta orang-orang untuk memahami mereka. "Cuma satu hari aja kok, buat kepentingan orang banyak, jangan egois!"

Lantas, kalau ada orang yang punya urusan penting, dan terhalang demonstrasi, lalu siapa yang egois? Lagipula, kepentingan siapa sih, yang sebetulnya mereka sampaikan?

Well, aspirasi memang harus disampaikan. Tapi sebaiknya, jangan pernah menyampaikan aspirasi yang kalian sendiri tidak tahu maknanya, sekadar ikut-ikutan, dan justru mengganggu kepentingan banyak orang. And, it's already 2015, guys. If you want to make some changes, just change the way to change.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe