How To Let Them Go

12.13

Manusia selalu merasa ngeri pada kematian. Entah kematian yang mengancam diri kita, atau kematian orang terdekat. Terlebih bila kematian itu datang tanpa pertanda. Seperti yang terjadi belum lama ini saat ibadah haji di Mekkah, di mana 107 orang meninggal akibat tertimpa alat berat.


Hal tersebut jelas merupakan kabar duka bagi semua orang, terutama keluarga yang bersangkutan. Pupus sudah harapan untuk menyambut keluarga, usai mereka pulang ke tanah air. Hal yang sebelumnya menggembirakan, kini menjadi tragedi.
Tapi kematian memang misterius. Ia bisa datang kapanpun ia mau. Geraknya diam-diam, tak terlihat, namun tiba-tiba menerkam. Seolah tanpa memberikan waktu. Begitulah. Begitu penuh rahasia pula, hal yang dibawa oleh kematian, hingga kita selalu merasa ketakutan akan dia. Dia seperti membawa identitas sebagai "akhir dari segalanya". Termasuk akhir dari kebersamaan dengan yang tercinta.


Tapi rela ataupun tidak, ketika kematian itu datang, kita harus siap melepas, bukan?


1. Kita menangisi diri kita. Bukan orang yang meninggalkan kita.

Kita menangisi diri kita yang kehilangan dia. Bukan menangis atas dirinya. Bahkan penghiburan bahwa dia sudah tenang di alam lain pun tak bisa mengobati. Kita merasa takut tak bisa bertemu dia lagi. Kita merasa takut hidup tanpa dia.


Percayalah, hidup kita hanyalah sepersekian detik, bila dibandingkan dengan umur alam semesta. Mengingat hal tersebut dapat meredam kekosongan akibat ditinggalkan seseorang, dalam waktu yang lama.


2. Anggap saja kematian merupakan jalan menuju perjalanan yang lebih baik

Setiap agama mengajarkan kita tentang dunia setelah kematian. Kita sebetulnya mempercayai hal tersebut. Bahwa akan ada pertemuan dan kehidupan usai kematian. 


Tetapi ketidakpastian tentang hal tersebut yang selalu membuat kita menjadi takut kehilangan orang yang kita sayangi.
Untuk itu, anggaplah usai kematian, akan ada kejutan yang menyenangkan. Seperti menunggu giliran saja. Di mana orang yang kita cintai melewatinya terlebih dahulu. Tapi suatu saat, kita akan menyusulnya. Percayalah kalau surga itu ada.


3. Mengisi sunyi dengan hal-hal berarti

Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan mereka yang telah pergi. Yang dapat kita lakukan hanya melanjutkan hidup.


Apabila kita terbenam dalam kesedihan pun, hal itu tidak akan mengembalikan mereka yng telah pergi. Hal tersebut hanya akan memperburuk kualitas hidup kita. Hidup ini singkat. Isilah dengan hal-hal yang menyenangkan

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe