What You Shall Not Do On Your Smartphone

16.25



Ponsel pintar memang menyenangkan. Tidak hanya untuk berkomunikasi, berkarya dan berekspresi pun dapat dilakukan dengan ponsel pintar. Mau menulis? Bisa. Desain? Apalagi. Fitur kamera? Jelas.

Namun, meskipun ponsel pintar bisa melakukan hampir semua hal yang kita inginkan, tapi tidak semua hal boleh kita lakukan dengan ponsel pintar. Ada hal-hal, yang sebaiknya tidak kita lakukan dengan ponsel pintar. Salah-salah, justru citra kita akan rusak, lho. Apa saja sih, yang seharusnya kita hindari saat berurusan dengan smartphone?

1. War
Jaman sekarang, perang tidak dilakukan dengan pedang dan senjata tajam lain. Tapi justru dilakukan dengan...media sosial. Mempertahankan pendapat di media sosial boleh. Namun apabila situasi sudah memanas, sebaiknya Anda sudahi saja. Percuma berdebat dengan orang bodoh yang sok tahu. Yang ada, ponsel Anda malah jadi panas dan cepat kehabisan baterai.

2. Capture and Share
Betapa beruntungnya generasi kita, yang memiliki ponsel dengan fitur screen capture. Informasi penting dari internet bisa kita simpan secara offline. Tetapi sayangnya, banyak yang memanfaatkan fitur ini untuk membuka aib orang. Misalnya, menyimpan screenshot perkataan atau kejadian tertentu yang sifatnya privat, untuk kemudian disebarkan sebagai bentuk pembunuhan karakter.

3. Roaring and Seeking For The Prey?
Ini bukan tentang singa. Tapi tentang lelaki hidung belang yang gemar mencari mangsa. Seperti yang kita ketahui, banyak aplikasi chatting yang memungkinkan kita mencari orang baru lewat deteksi lokasi. Nah, alih-alih mencari teman atau pasangan secara sehat, justru banyak orang yang memanfaatkan hal ini untuk pornografi atau malah prostitusi terselubung. Tahu istilah SSI (Speak-Speak Iblis)? Istilah itu adalah istilah umum di dunia pornografi, untuk aktivitas yang dilakukan pria hidung belang lewat sosial media atau chat, dalam merayu "mangsa" agar mau mengirimkan foto "pribadi" atau malah berhubungan seksual.

Untuk itu, bagi para perempuan, jangan naif saat berkenalan dengan orang baru, terutama di dunia maya.

4. Selfie, but...
Selfie atau mengambil foto diri sendiri sah-sah saja. Tetapi ketika foto tersebut diekspresikan di luar batas, itu yang menjadi masalah. Misalnya, mengambil foto pribadi tanpa busana, atau membuat rekaman semacam itu. Maybe some of you really love your body and want to express it. Tapi hati-hati. Sekali kamera merekam sesuatu, selamanya tidak bisa hilang. Dan tahukah Anda kalau foto yang bisa dihapus, sebetulnya dapat dipulihkan?

5. Photoshop
Photoshop memang aplikasi yang sangat berguna, terlebih bila profesi kita berhubungan dengan desain. Dan kabar bahagianya, Photoshop juga tersedia di ponsel-ponsel pintar. Tapi sayangnya, banyak yang menyalahgunakan aplikasi ini untuk membunuh karakter orang lain. Seperti yang terjadi pada Prilly Latuconsina, pemain sinetron Ganteng-Ganteng Serigala yang terkena musibah foto vulgar palsu.

Anda boleh membenci orang setengah mati. Tapi membunuh karakter dengan cara semacam itu bukan hal yang eksklusif. Lagipula bila ketahuan, Anda tak hanya dibenci oleh seluruh masyarakat, tapi juga terkena sanksi hukum.

Well, intinya, tidak salah menjadi diri sendiri. Tetapi jangan lupa bahwa kita hidup bersama orang lain, dan memiliki hubungan intersubjektifitas. Apa yang kita lakukan, terlebih bila terekam oleh alat teknologi, akan abadi. Dan bagaimana bila yang abadi adalah hal yang buruk?

Sumber foto: trendhunter.com

You Might Also Like

2 komentar

  1. Pwmbunuhan karakter orang lain dengan ponsel pintar :(

    Memang, ada saja orang yang menyalahgunakan medianya untuk hal hal negatif seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. padahal sebetulnya teknologi bisa digunakan untuk hal yang membangun, bukannya malah untuk menjatuhkan orang lain :(

      Hapus

Our Shop

Subscribe