What To Know About Investment

20:38



Mendengar kata saham dan investasi, yang ada di benak kita biasanya adalah kegiatan yang mampu menghasilkan uang dalam nominal besar. Padahal, tidak selamanya bermain saham dan berinvestasi dapat menghasilkan banyak uang. Investasi, adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan banyak pertaruhan. It is like gamble, but, a very legal gamble.


Mengapa berinvestasi, terutama dalam saham, membutuhkan pertaruhan tingkat tinggi? Pasalnya, harga saham tidak pernah menentu. Boleh jadi sebuah perusahaan memiliki nama yang besar. Tetapi bisa saja dalam waktu tertentu, harga sahamnya anjlok. Tak hanya itu saja, ada hal-hal lain yang membuat Anda harus berhati-hati dengan kegiatan investasi saham

1. Harga saham # Nilai perusahaan.
Banyak orang awam berpikir bahwa perusahaan yang memiliki nama besar biasanya memiliki harga saham yang tinggi. Padahal, tidak selalu seperti itu. Pada tanggal 25 Agustus 2015 ini, saat IHSG turun hingga 4%, harga saham beberapa perusahaan ternama seperti PT Gudang Garam Tbk dan PT Unilever Indonesia pun anjlok.

Harga saham tidak sama dengan nilai perusahaan. Pasalnya, paling-paling sebuah perusahaan hanya melepaskan 20-30% dari sahamnya ke publik. Sisanya, tentu adalah milik investor privat. Jadi, apabila sebuah saham anjlok/meroket, belum tentu nilai perusahaan itu juga naik atau turun drastis.

2. Just like Wintour's taste
Percayakah Anda kalau harga saham itu tak ubahnya seperti selera fashion yang turut ditentukan oleh Anna Wintour, editor-in-chief Vogue yang bertangan dingin dalam hal tren fesyen, dan berdarah dingin dalam menjadi bos? Ya, harga saham pun ditentukan oleh pasar. Siapa yang mengontrol pasar? Tentunya banyak pihak. Mulai dari pengamat, penjamin saham, ataupun perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.

Sebuah perusahaan menawarkan sebagian sahamnya melalui IPO (Initial Public Offering). Nah, dalam IPO ini perusahaan pun dapat melakukan branding, dalam hal ini kepada publik yang berniat untuk membeli saham, yang juga punya pengaruh dalam kontrol pasar.

3. Permintaan.
Semakin tinggi permintaan, maka semakin tinggi pula nilai saham. Permintaan berbeda dengan kebutuhan. Permintaan dapat dimanipulasi, dan berkorelasi dengan keinginan. Seseorang boleh jadi tidak membutuhkan sesuatu, tapi pasar pun dapat membuatnya menginginkan sesuatu yang tidak ia butuhkan.

Untuk itu, saham dari sebuah perusahaan yang naik, jelas ditentukan oleh tingginya permintaan saham tersebut dalam sebuah skema canggih di bursa. Tapi tidak selalu ditentukan oleh kebutuhan masyarakat mana yang tinggi.

Jadi, memahami saham tidaklah mudah. Pasalnya, naik turun saham tidak hanha bergantung pada kebutuhan masyarakst dan besar kecil perusahaan saja. Saham juga dipengaruhi oleh pasar. Dan tahukah Anda kalau pasar, dengan segala mekanismenya, punya pengaruh besar pada pola pikir, tak hanya calon investor, tetapi juga Anda, sebagai masyarakat?

Sumber foto: Hub Pages

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe