Tentang Pekerjaan: Pertahankan, Atau Tinggalkan?

12.29



Pada dasarnya, tujuan dari bekerja adalah untuk mencari uang. Namun seiring dengan berkembangnya jaman, gaji bukanlah satu-satunya hal yang patut dipertimbangkan saat kita bekerja. Ada faktor lain seperti jenjang karir, relasi, dan tentunya kenyamanan. Pasalnya, tanpa adanya hal-hal tersebut, kita tak akan ada bedanya dengan hidup Sisyphus dalam mitos Yunani yang penuh dengan absurditas: menjalani aktivitas yang sama dan berulang-ulang, tanpa ada tujuan pasti, hingga mati.

Untuk itu, tak mengherankan bila banyak pekerja yang menjadi "kutu loncat". Berpindah ke perusahaan lain, tak hanya untuk gaji yang lebih besar, tetapi karir yang lebih cemerlang. Hal tersebut sah-sah saja. Tapi tentunya, Anda harus mempertimbangkan apakah Anda ingin pindah karena memang hal itu adalah keputusan terbaik, ataukah Anda ingin pindah hanya karena ambisi kosong: tanpa tujuan

1. Jenjang Karir atau Kenyamanan
Sebaiknya Anda tanyakan kepada diri Anda: apa yang Anda cari dari dulu? Karir yang cemerlang, atau kenyamanan dalam bekerja?

Setelah itu, Anda pahami lagi, apakah hal yang Anda cari itu telah ada dalam perusahaan Anda? Jika iya, ada baiknya pikirkan lagi keinginan untuk pindah. Siapa tahu, keinginan itu muncul hanya karena 'dikompori' oleh orang lain, atau malah karena Anda jenuh saja. Namun jika memang Anda tak menemukan apa yang Anda cari, rencana untuk pindah memang harus dipikirkan. Yang penting satu kuncinya: jangan gegabah

2. Atasan Membangun, Atau Menghancurkan?
Ada dua jenis atasan: yang lembut, dan yang galak. Tapi dari dua jenis atasan itu, terbagi pula dua jenis lagi: yang membangun, atau memang berniat untuk menjatuhkan anak buahnya.

Menilai atasan, memang sulit. Karena selain ia memiliki hak untuk memberi perintah, banyak pula atasan yang memakai "topeng". Untuk itu, amati betul atasan Anda. Apabila ia seringkali bertindak tidak adil, sengaja menyusahkan bawahan hanya untuk kepuasan pribadi dan bukan untuk kepentingan perusahaan, tidak suka dengan bawahan yang lebih pintar, serta manipulatif, ada baiknya Anda cari peluang lain. Karena, atasan yang berniat untuk menjatuhkan hanya aka  membuat usaha Anda sia-sia.

3. Sinergi dengan cita-cita
Sebuah perusahaan bisa saja memberi Anda gaji yang lebih dari sekadar layak. Tetapi apakah visi misi perusahaan itu sesuai dengan visi misi Anda? Atau setidaknya, meski bekerja di perusahaan itu, Anda masih dapat merancang cita-cita Anda sendiri? Jika Anda malah tenggelam dalam cita-cita dan visi misi perusahaan yang tidak sesuai dengan cita-cita Anda, mungkin memang tidak seharusnya Anda setia terhadap perusahaan itu.

4. Maksimalisasi potensi
Banyak perusahaan yang secara maksimal memanfaatkan tenaga pekerjanya. Tapi tidak banyak perusahaan yang memaksimalkan potensi yang dimiliki anak buah.

Apabila Anda merasa bahwa potensi Anda tidak tersalurkan secara maksimal di sana, lalu untuk apa? Masalahnya, bekerja tidak hanya perkara mencari uang saja, tetapi juga menjadi bahagia, dan tentunya menjadi seperti apa yang Anda inginkan.

Sebaliknya, kalau Anda merasa bahwa potensi Anda dapat bersinergi secara optimal di perusahaan tersebut, mungkin Anda harus bekerja lebih giat, agar karir Anda tidak stuck dan potensi Anda tidak terabaikan begitu saja.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe