Pramuka, Pentingkah?

13.40



Jadi dulu saya punya teman. Orangnya memang kalau bicara nggak ada filternya. Apalagi kalau bercanda. Nah, karena kemarin adalah Hari Pramuka, saya jadi ingat kalau dia pernah komentar soal Pramuka, menanggapi tweet teman saya tentang pentingnya Pramuka

"Ekskul pramuka gunanya apa? Mau jualan hasduk lo?"

Begitulah, yang pada akhirnya membuat keduanya agak tweetwar. Yang satu bersikeras kalau Pramuka itu penting, yang satu lagi tetap dengan "cablakannya" tentang Pramuka yang cuma berguna untuk jualan hasduk di masa depan. Kalau saya sih, sebetulnya saya tahu kalau ekstrakurikuler Pramuka itu penting. Tetapi karena saya anak yang malas bergerak, jadilah saya merasa tak perlu mengikuti Pramuka.

Padahal, melihat keadaan fisik saya yang sekarang, kalau boleh kembali ke masa lalu, saya akan berolahraga dan mengikuti kegiatan alam seperti Pramuka. Bukannya karena mau jadi pecinta alam. Tetapi karena saya tidak pernah mengikuti kegiatan semacam itu, gerak motorik saya jadi buruk sekali. Saya mudah tersandung kalau jalan. Begitu pula gerak reflek saya. Begitu buruk sampai saya tidak berani menyetir mobil meskipun sebelumnya telah belajar. Karena, barang saja mudah saya jatuhkan tanpa ada pemicu apa-apa. Apalagi menyetir mobil di jalanan Jakarta.

Selain itu postur tubuh dan cara jalan. Akibat jarang olahraga, suka bolos upacara, dan tidak mau ikut latihan Pramuka semacam baris-berbaris dll, saya punya cara jalan yang buruk. Sulit bagibsaya untuk berjalan lurus. Begitu pula kalau berdiri, badan saya bungkuk sekali. Tidak punya bahasa tubuh yang bagus.

Yang ketiga, pengendalian emosi. Orang bilang, kalau kita sering berkenalan dengan alam, emosi dapat kita kontrol. Selain itu, pikiran pun lebih tenang. Sejak kecil, ketimbang ikut kegiatan yang berhubungan dengan alam seperti kemah misalnya, saya lebih suka menyendiri di kamar sambil membaca buku. Jarang saya berinteraksi dengan alam. Maka dari itu, jujur saya kini menjadi orang yang mudah emosi dan suka bergumul dengan pikiran saya yang ruwet.

Dan yang terakhir, kerjasama. Kegiatan seperti Pramuka mengajarkan kita untuk kooperatif. Karena kan, dalam berkegiatan, kita selalu membuat kelompok, dan saling membantu satu sama lain. Contoh sederhananya ya, mendirikan tenda dan masak di alam bebas. Saya akui saya adalah orang yang sulit bekerja sama dengan orang lain. Saya selalu merasa bisa membuat perencanaan kerja sendiri dan orang lain kadang menjadi pengganggu. Padahal, dalam pekerjaan saya yang sekarang, mau tidak mau saya harus bekerja sama dengan rekan kerja kalau sedang liputan. Tak jarang saya ingin marah kalau mereka melakukan hal yang tak sesuai keinginan saya. Padahal, hal semacam itu tidak boleh saya lakukan. Seharusnya saya sadar kalau saya butuh bantuan orang lain dan orang lain pun memiliki pendapat mengenai pekerjaan yang harus saya hormati.

Nah, mungkin buat kalian yang masih sekolah, ada baiknya tidak "kabur" saat ada kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka. Mungkin kalian malas. Tapi setidaknya, cobalah. Meski tidak rutin, meski hanya sekali-kali. Pasalnya, meskipun kelihatannya tidak sepenting pelajaran wajib macam Matematika dan Bahasa, tetapi kegiatan semacam Pramuka memberikan kita kemampuan di luar akademik, yang akan berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Sumber foto: LEGO

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe