Le Pouvoir Scolaire

16:13

Happy New Year! Kalau dilihat dengan kalender masehi, sudah terlalu terlambat sih, mengucapkan selamat tahun baru. Tapi kalau dilihat dari kalender pendidikan, jelas ini tahun baru. Coba lihat aja headline news di berbagai berita. Semuanya tentang Masa Orientasi Siswa. Dari mulai yang korbannya pingsan, sampai meninggal dunia. Iya, meninggal. Meskipun ngakunya orientasi, tapi aslinya sih, teror dari kakak kelas sok kuasa.

Sebetulnya tidak semua kakak kelas sok kuasa. Hanya beberapa di antara mereka yang sok kuasa dan sok jadi orang paling ditakuti. Mereka merasa jadi pemilik sekolah dan berlaku seenaknya dengan dalih pelatihan, perkenalan, dan orientasi. Padahal, alasan sebetulnya bukan itu, lho.

Ada beberapa alasan. Yang pertama eksistensi. Para senior yang sok galak dan garang ini biasanya menjadi galak dan mengerikan agar mendapatkan tempat di hati orang-orang baru. Tentunya karena mereka nggak punya hal lain untuk ditunjukkan. Prestasi, misalnya. Jadilah akting sok galak ini mereka tampilkan. Padahal, sama polisi pun, mereka pasti takut.

Yang kedua, kepemilikan. Mereka merasa kalau sekolah itu punya mereka. Padahal, paling mereka baru setahun-dua tahun berada di sana. Tapi mereka merasa kalau anak baru pantas diatur-atur seolah sekolah atau kampus itu rumah mereka sendiri dan orang baru asalah tamu yang nggak punya hak yang sama.

Yang ketiga, iri hati. Banyak lho senior yang galak pada junior tertentu karena iri. Basanya sih, karena fisik. Padahal, nggak ada yang bisa milih sih, lahir dengan fisik baik ataupun buruk.

Yang keempat, budaya. Banyak senior picik yang menganggap kalau ospek yang aneh, seperti menggunakan kostum yang tidak pantas, memarahi junior, atau menyiksa mereka adalah budaya yang harus dipertahankan turun-temurun, dan menjadi identitas sebuah sekolah/kampus. Budaya sih, selama baik ya memang harus dipertahankan. Tapi kalau buruk, buat apa dipertahankan? Hmm, lupa sih, kalau banyak orang di negeri ini yang nggak bisa membedakan baik buruk.

Well entah sampai kapan budaya ospek berlebihan ini tetap berlangsung dj negara ini, negara yang orang-orangnya suka banget kalau nemu kesalahan orang, dan memanfaatkan relasi kuasa. Mungkin sampai kita punya menteri yang berani sidak ke semua sekolah yang berpotensi menyelenggarakan ospek di luar batas kewajaran. Tapi kapan, ya?

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe