Enchantment of Russian Waltzes

11.29



Entah mengapa beberapa bulan belakangan ini, saya suka mendengarkan musik Waltz Rusia. Layaknya Waltz pada umumnya, musik itu megah dan penuh dengan lapisan-lapisan mengejutkan. Tapi karena ini Rusia, nuansa musiknya lebih tebal dan pekat. Kalau musik diibaratkan dengan gaun, Waltz Rusia adalah gaun malam warna marun dengan bordiran hitam. Keanggunan yang begitu kuat dan tajam.

Tapi tentunya, ada beberapa Waltz Rusia yang menjadi preferensi saya. Selain nada yang lebih menyenangkan untuk didengar, judul dan satu-dua di antaranya, memiliki lirik yang indah. Lirik indah itu tak hanya karena bercerita tentang keindahan, melainkan dapat bercerita secara indah, perihal suasana yang tak indah sekalipun.

Dan inilah beberapa Waltz Rusia yang menurut saya harus didengarkan selama kita masih hidup. You'll fall in love too, maybe?

1. On The Hills of Manchuria by Ilya Alekseevich Shatrov

 Perang selalu mendatangkan ngilu. Terlebih bila terkepung dalam sebuah bukit pekat nan asing, tak kita kenal dalam mimpi sekalipun. Dari setiap sudut, mata-mata menyergap, siap untuk menerkam.

Inilah yang tergambar dalam On The Hills of Manchuria. Bercerita tentang Pertempuran Mukden, pertempuran Jepang dan Rusia, saat pasukan Rusia dikepung oleh Jepang selama 11 hari. Mendengarkan musik ini, membuat kita dapat merasakan ngilu dan sendu yang dirasakan oleh pasukan Rusia.

2. Forest Fairytale by Vasily Bekker
  

Pada sebuah hutan yang sunyi, beradalah setapak yang entah bermuara ke mana. Dahan-dahan menggigir, menutupi sinar matahari. Awalnya kita merasa sepi ini akan lama dan abadi. Tetapi bukan hutan fantasi bila tak menawarkan kejutan. Seperti lantunan musik yang awalnya lembut dan kemudian menggelegar. Kejutan-kejutan yang sebelumnya tak pernah kita kenal.

3. Blue Night - V. Agapkin


Apa yang kita kenal dari fragmen malam? Kegelapan dan sunyi? Namun dalam Blue Night karya Agapkin, kelamnya malam berarti kemewahan. Seperti jajaran bintang yang kelap-kelipnya serupa bergantian pada langit yang serupa beludru kelabu. Menaungi ombak lautan yang lagi pasang begitu tingginya, serupa berdansa.

4. Siren - Valdtejfejl 


Semisal pendengar adalah pelayar, pada awalnya mereka berlayar di atas lautan nan teduh. Matahari berseri, sinarnya menelusup pada perairan nan jernih. Lalu tibalah mereka pada sebuah pulau kecil, yang didiami oleh makhluk-makhluk memesona nan gemulai, yang jari-jari lentiknya memetik harpa. Mengalunlah lantas rangkaian melodi yang indah. Putri duyung? Bidadari? Awalnya begitu yang mereka kira. Sampai mereka menyadari bahwa tanpa sadar, musik itu membawa mereka pada kematian. Tenggelam karena keinginan sendiri, halusinasi.

Siren, judul dari musik ini, berasal dari makhluk bernama sama dalam Mitologi Yunani. Siren hidup di pulau-pulau kecil lautan dan melantunkan lagu-lagu indah diiringi harpa, untuk menghipnotis para pelayar agar menenggelamkan diri ke lautan.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe