The Great Evils on TV

20:01


Suka nonton seri kriminal? Kalau suka, pasti kalianbakal gemes dengan kehadiran para killers yang susah banget ditangkap di dalam film. Antara kesal dengan karakteristik mereka yang psycho abis, atau karena kenapa sih? Sepertinya mereka punya ribuan trik cerdas yang melampaui karakter protagonis?
Masalahnya, they are the soul of crime-series. Tanpa adanya mereka, crime-series won’t be crime-series. Lagipula, penjahat yang membunuh dengan alasan yang terlalu manusiawi [dendam lah, diancam lah, dan lainnya], sangat membosankan dan membawa terlalu banyak drama.
Penjahat yang melakukan kejahatan karena hobi, ketagihan, kemuakan pada negara, atau trauma masa kecil sebagai trigger, terkadang lebih membekas di hati.
Nah, siapa saja sih, serial killers di seri kriminal yang saking gila dan cerdasnya, jadi sulit dilupakan oleh penonton?
1. Christoper Pelant [Bones]
Buat kamu yang suka nonton Bones, pasti nggak asing dengan nama ini. Pelant merupakan penjahat manis [oh really he is so sweet and just like a man being friendzoned], yang rupanya punya kecerdasan setinggi langit. Ia menguasai ilmu bedah, pintar meretas benda-benda digital, dan keahlian ini membuat dia bisa meretas seluruh komputer Jeffersonian [lembaga otopsi terbaik Amerika Serikat], dengan tulang belulang dari mayat!
Dan sampai sekarang, Pelant tidak pernah bisa ditangkap oleh Temperance Brennant dan kolega-koleganya. Gila, kan?
2. Hannibal Lecter [Hannibal]
Hannibal sebetulnya sudah pernah muncul dalam Silent of The Lamb. Dia nggak perlu marah-marah dan terlihat emosional. tapi ucapan dan tatapannya yang dingin [sekaligus licik], sudah sukses bikin penonton trauma.
Dan kini, Hannibal muncul kembali dalam seri kriminal Hannibal di AXN. Pemainnya sih, beda sekarang diperankan Mads Mikkelsen -seorang aktor asal Denmark. Tapi aura sadisnya sih, sama saja. Bahkan yang ini lebih dingin.
Menjadi seorang psikiater forensik, maka mudah bagi Hannibal untuk memasuki kehidupan Will Graham, seorang criminal-profiler yang mengalami masalah kejiwaan akibat tekanan pekerjaan. Berkedok sebagai penolong, Hannibal justru menjerumuskan Graham kepada lubang kejahatan terdalam, yang begitu kompleks dan sadis.
Keunggulan Hannibal terletak pada kecerdasan, keahliannya untuk berkomunikasi dan membujuk orang, serta keahlian memasaknya yang setara koki internasional. Ia bahkan bisa membuat makanan kelas atas dengan menggunakan…daging manusia. Teori terbaik Hannibal: paru-paru orang yang tidak merokok lebih lezat ketimbang paru-paru perokok.
3. Natalie Davis “The Miniature Killer” [CSI Las Vegas]
Keren nggak, melihat seorang seniman membuat karya? Lebih keren lagi kalau mereka bisa membuat karya yang apik sekaligus gila, dengan menggunakan bahan-bahan seadanya. Misal: sabun mandi di penjara, kaleng bekas, dan lainnya. 
Natalie Davis, yang juga punya gangguan skizofrenia, mengancam targetnya dengan mengirimkan miniatur keadaan mereka saat sekarat. Jadi, seperti melihat Barbie dan rumah-rumahan mini-nya, tapi dalam keadaan mengenaskan! Ditikam, ditimpa mobil, dan miniatur-miniatur ini bisa bergerak dengan lambat -layaknya orang sekarat sungguhan. Karena Davisnggak cuma bisa memaham atau membuat prakarya, dia juga jago dalam merakit mesin.
4. Dexter Morgan [Dexter]
Tokoh ini agak ambigu sih. Pasalnya, dia bisa jadi pahlawan, juga bisa disebut serial killer. Dexter punya gangguan jiwa: membunuh dan membedah orang-orang. Tapi berkat bantuan dokter jiwanya, dia akhirnya hanya membunuh orang-orang jahat dan sampah masyarakat. Pendidikan dokter yang ia miliki membuat kakak Debra Morgan ini menjadi jago bedah membedah.
Tapi, petualangan Dexter musti berakhir di season ke-8. Pasalnya, Dexter sampai dalam titik di mana dia menyadari “I hurt people that i love so much….”
5. Sqweegel [CSI Las Vegas]
Kalau penjahat yang satu ini, belum diketahui sih identitas pastinya. Tapi dia selalu menggunakan nama Sqweegel atau Ian Moone dalam setiap aksi dan ancamannya. Ian Moone sendiri adalah anagram dari “I am no one”. Keunikan lain dari dia, adalah matanya yang terkena heterochromia iridum. Jadi, satu iris mata berwarna biru, satunya lagi berwarna coklat.
Sqweegel beraksi dengan menggunakan kostum latex warna hitam. Gerakannya yang elastis dan cepat mempermudah dirinya dalam melakukan aksi dan kabur dari kejaran polisi. Modus kejahatannya: “I know. Confess”
Jadi, Sqweegel ini karakternya suka kepo alias know every particular object. Dia tahu dosa-dosa para pesohor di Las Vegas, dan dia akan melakukan pembunuhan pada mereka yang bersembunyi di balik topeng kemunafikan. Tapi tetep aja sih, semua orang punya dosa, dan nggak semua orang bisa mengakuinya ke khalayak luas, kan? Doesn’t mean that they don’t deserve to live. [teks @intankirana |foto WIKIA]

(Artikel ini dimuat di http:// hardrockfm.com)

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe