Nature, Intruder

23.59

Ada suatu hal lucu yang saya lihat dalam fenomena meletusnya Gunung Raung beberapa hari lalu. Dan ini bukan perihal mentertawai alam, atau malah perasaan tak simpatik, bukan. Bahkan, tak ada hubungan langsung dengan gunung meletus.

Begini ceritanya. Saya mendengar berita bahwa banyak penumpang gigit jari akibat batal berlibur ke Bali, lantaran meletusnya Gunung Raung. Sekilas hal ini kedengarannya biasa saja. Wajar  kalau bencana alam menghambat banyak hal. Tapi, ini satu hal yang menggemaskan. Bayangkan. Dari sekian penumpang yang ada, masing-masing telah memiliki rencana liburan yang pastinya menyenangkan. Menjelamg libur lebaran pula. Dan entah dinamakan bentuk sial seperti apa, tiba-tiba saja semuanya harus batal lantaran fenomena alam. Intruder. Gangguan yang tak pernah terbayangkan. Dengan probabilitas yang sebetulnya tak sampai 10 persen. Entah kenapa bertepatan pula dengan liburan panjang.

Saya pun sebetulnya terkena dampak dari letusan gunung yang terletak di Bondowoso itu. Jadi, ini pertama kalinya Ibu memesak Salak Bali dalam jumlah besar kepada sepupunya di Denpasar. Ibu dan saya sedang suka-sukanya makan salak. Semua sudah disiapkan termasuk estimasi pengiriman dengan fitur YES (Yakin Esok Sampai) dari JNE. Tiba-tiba saja, pengiriman itu mesti tertunda karena letusan Gunung Raung. Begitulah.

Entahlah. Banyak hal yang di luar perencanaan kita. Dan kebanyakan, berasal dari alam. Alam memang punya cara semaunya untuk melancarkan atau membatalkan momen. Saya tidak tahu pasti mengapa dan ada apa dengan alam. Padahal Sartre bilang, Manusia dikutuk untuk menjadi bebas. Oke, manusia memang pada dasarnya punya kemampuan untuk mengada bagi dirinya, menentukan jalannya sendiri. Tetapi bila sudah berhadapan dengan alam, apalah arti mengada tersebut. Eksistensi mutlak tak ada lagi artinya bila alam sudah ikut ambil bagian. Dan Dia memang selalu ambil bagian.

Lantas, saya jadi berpikir. Mungkin memang seharusnya, semua diawali dengan doa, ya? Sebagai bentuk komunikasi dengan alam, mungkin agar dia memahami apa yang sedang dan akan kita lakukan. Setidaknya, gangguan-gangguan yang ada tak jadi terlalu menyebalkan.
Sumber foto: NASA

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe