Hyperbola

17.48

































Hyperbole society, sick society

Pernah nggak kalian bingung dengan makhluk bernama manusia? Gue sih sering. Saking seringnya, sampe kadang-kadang gue mikir apa sih yang salah dengan mereka? Ya emang sih tagline dari makhluk bernama manusia adalah "makhluk yang tidak pernah luput dari salah"
Tapi yang bikin gue eneg adalah ketololan mereka. Dari sekian primata, katanya sih manusia punya otak yang paling sempurna. Cuma dalam keadaan tertentu, entah kenapa mereka nggak lebih baik daripada makhluk algae nggak berotak. Misalnya dalam bersimpati kepada orang lain dan berpikir sistematis, dalam musibah tertentu.

Contohnya dalam kecelakaan pesawat Hercules yang baru-baru ini terjadi. Okelah gue tau masyarakat kita ini masyarakat yang masih percaya takhayul. Tapi ya kali lo mengkaitkan kecelakaan pesawat baru-baru ini dengan kecelakaan pesawat bertahun-tahun lalu karena tempat jatuh mereka hampir sama. Hampir sama. Berjarak 100 m. Ya nggak apa-apa kalau dikajinya secara ilmiah. Tapi kalau udah mengkaitkan hal semacam jin, rumah Dajjal whatsoever, please deh. Dan hal ini gue temuin di beberapa media, lho. Iya, media coy.

Gue tau, hal-hal mistis sangat menarik perhatian masyarakat kita, sehingga banyak media yang mengangkat sisi tersebut. Tapi ya lo mau sampe kapan ngegoblokin anak orang dengan cara bego? Kayak gitu, kalau misal ada yang salah di negeri ini, lo bakal mengkritik? Ya orang elo juga yang bikin negeri ini banyak salah dan bego?

Nggak cuma itu. Masalah penyebaran foto juga. Yang namanya manusia, pasti nggak akan tega melihat orang terdekatnya mati dalam keadaan menggenaskan. Tapi emang dasar masyarakat komunal tukang penasaran, eh, foto korban kecelakaan nggak cuma disebar. Ada juga yang ngejadiin itu sebagai profile picture. Lo terinspirasi Hannibal Lecter? Atau sebagai manusia, nggak bisa berempati?

Gue tau kalau manusia pada dasarnya nggak bisa tulus. Gue tau. Tapi setidaknya, kalau lo punya otak manusia, kalau lo uda akil balig, lo bisa ngebedain hal mana yang cukup pintar untuk lo tunjukkan, hal mana yang alih-alih bikin lo keliatan fantastis, malah bikin lo jadi nggak ada beda sama primata yang tingkatnya di bawah lo. Dan kalau lo masih nggak nyampe buat mikir begitu, ya jangan salahin pemerintah kalau negeri ini gak maju-maju, jangan salahin orang kaya juga kalau lo masih miskin.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe