Coming Back

22:56

Jadi, kalau tidak salah saya sudah bisa punya uang sendiri sejak 2012. Kalau dikumpulkan, sebetulnya lumayan. Entah mengapa uang itu selalu habis untuk keperluan-keperluan, baik yang perlu maupun tidak, sehingga pada tahun 2015 ini, tabungan saya jumlahnya sedikit saja. Itupun hasil dari kerja yang baru berawal pada Februari 2015. Padahal, dari dulu saya menabung supaya bisa pergi ke Jepang lagi.

Begitu inginnya saya kembali menjejakkan kaki di Bandara Narita yang hampir beku saat musim dingin. Dingin itu saya rindukan. Seperti rindu saya kepada helai-helai daun momiji coklat yang jatuh di bahu saya. Atau lagu pembuka dari berita pagi. Penghangat ruangan. Marshmallow natal. Kunang-kunang Hamamatsu. Wangi tatami.

Tapi selalu saja, ada alasan untuk menghabiskan uang. Entah karena saya malas jalan kaki, ingin kosmetik, dan sebagainya. Bahkan tabungan saya pin tidak akan cukup untuk membeli tiket promo ke Jepang. Tiket promo yang murah itu. Dan belum ditambah dengan biaya penginapan, transportasi selama di sana, dan tentunya, makanan yang harganya sangat mahal. Saya ingat, dulu saya sampai makan coklat dibagi tiga dengan kawan, saking mahalnya coklat tersebut.

Entahlah. Mungkin yang saya inginkan adalah gaji lebih besar, supaya saya masih punya sisa uang banyak untuk ditabung, agar saya bisa kembali ke Jepang. Saya tidak tahu kapan. Tapi barangkali bukan dalam waktu dekat. Kebutuhan begitu banyak hadir untuk dipenuhi. Sementara iti saya bukan tipikal orang yang mudah mencari uang. Dan saya tidak lagi berada dalam kondisi dan usia di mana saya bisa sekenanya mencari sekolah musim panas/dingin gratis. Beginilah. You can say that even the sky is not the limit, yet some dreams are not that easy to become true.

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe