Fake Stuff That We People Love So Damn Much

13:50



Pernah beli barang palsu, nggak?

Jadi kan, saya hobi belanja dan punya online-shop. Otomatis saya udah nggak asing sama istilah KW, Grade Ori, Premium Super, dan penegasan keaslian lain atas barang-barang palsu. Well, ehm, saya juga suka beli barang palsu sih. Bukannya nggak menghargai karya. Mindset jelek kalau "yah kan gue ga klaim karya itu jadi karya gue", "Dior dkk udah tajir kali" serta uang di ATM yang selalu bikin senyum kecut, adalah pendorong kenapa saya suka beli barang aspal itu. 

Tapi no. Saya nggak pernah bermaksud untuk jadi social climber dengan berpura-pura kalau barang saya asli. Bahkan dengan jujur, saya suka ngaku sama temen-temen kalau tas saya palsu, dll. Sejujurnya, saya kalau udah suka barang, ya saya beli aja. Terserah mau buatan Paris kek, Milan, sampe Ciganjur. Habisnya, banyak brand high-class yang modelnya menggiurkan sih?
Nah mau tau nggak, brand apa aja sih, yang aspal-alias asli tapi palsunya banyak? Here we go..

1. Hermes [Bag]

Ini sih aspal sejuta umat. Gimana enggak? Kalau kalian pergi ke ITC, niscaya di toko-toko tas, bakal kalian temukan sederet tas berwarna-warni dengan lambang H di tengahnya. Mulai dari yang model Birkin sampai Himalayan. Harganya? Jelas jauh dari harga aslinya yang bisa sampai 1,5 milyar, sih.
Alasan pemalsuan: Hermes punya brntuk yang minimalis dan cocok untuk acara resmi, dengan berbagai pilihan warna. Tapi, nggak semua orang bisa beli lantaran harganya yang ngalahin harga rumah. So, dibuat deh palsunya yang lebih affordable. Anyway, Hermes ini juga punya produk lain selain tas. Tetapi, yang paling sering dipalsukan ya tas. Juga sabuk dan dompetnya.
How to Spot Fake Hermes: Tekstur kulit dan plat tidak bisa dibohongi. Hermes terbuat dari kulit yang sangat apik, dengan jahitan yang super rapi dan simetris. Stempelnya pun jelas, dan engraving yang rapat, jelas, rapi, trtapi tidak terlalu dalam seperti yang ada di tas Hermes palsu. Jika kalian menemukan Hermes yang menggembung, dengan stempel yang pudar serta engraving yang punya jarak jauh tiap huruf dan dalam, maka bisa dipastikan itu palsu. Terlebih Himalayan, alih-alih seperti kulit buaya, palsunya terlihat seperti plastik.
2. Longchamp [Bag]

Anak muda urban pasti sudah nggak asing lagi dengan merk ini. Dengan bentuk yang tidak terlalu feminin, Longchamp sering digunakan untuk ke kampus atau jalan-jalan santai. Harganya sih, nggak segila Hermes. Tapi 5-10 juta, yah bisa dibilang cukup mahal untuk pasarnya, teenagers.
How to Spot Fake Longchamp: Jahitan Longchamp palsu di dekat resleting biasanya tidak rapi, dengan kulit di gagang tas yang mudah terkikis. Dan biasanya, jenis yang paling sering dipalsukan adalah le pliage, planetes, dan juga cuir.
3. Louboutin [Shoes]

Stiletto yang satu ini memang jadi primadona. Bentuk dan modelnya sih, nggak se-etnik Manolo Blahnik. Tapi kesederhanaan sepatu ini entah kenapa bisa meningkatkan keseksian pemakainya hingga beribu kali lipat. No wonder Syahrini, Vic Beckham, and another socialites love it so damn much.
How to Spot Fake Louboutin: Bagian luar dan dalam Lojboutin tentunya tidak mudah lecet. Berbeda dengan Loubs palsu yang mudah terkikis. Selain itu, biasanya Louboutin palsu tidak memiliki label (hanya modelnya saja yang mirip).
Kenyamanan? Tentu saja, we always feel more comfortable with the real one.
4. BEBE [Top]



Sering lihat orang yang pakai kaos ketat bertabur tulisan BEBE menggunakan berlian-berlian kecil berkilau? Percayalah, tidak banyak di antara mereka yang mengenakan kaos BEBE asli. Dan entahlah, di antara sekian banyak model baju dan produk BEBE, top BEBE adalah yang paling sering dipalsukan.
How to Spot Fake Bebe's shirt: Kilau berlian yang terlalu norak dan mudah lepas adalah tanda bahwa kaos BEBE tersebut adalah kaos palsu.
5. Louis Vuitton [Bag]


Monogram, neverfull, etc... Semuanya cukup menjelaskan betapa beragamnya LV. Namun keragaman tas ini selalu ditandai dengan satu hal: classic. Meskipun beberapa jenis LV memiliki warna-warni serupa pelangi
How to Spot Fake LV: Desain kaku, dengan logo tak beraturan, kait yang menggunakan plastik bercat emas instead of gold metal, bagian dalam yang tidak terbuat dari kanvas, dan warna logo Lv yang terlalu solid. Namun di samping hal-hal tersebut, ada satu langkah terakhir untuk mengecek apakah LV kita palsu: pastikan desain itu ada di web resmi Louis Vuitton. Pasalnya, banyak desain LV yang palsu, yang bahkan tak pernah diproduksi oleh pabrik resminya. So creative, eh?

Well, keputusan untuk membeli barang asli atau palsu, sebetulnya ada di tangan kita. Hanya saja, kalau beli barang palsu hanya untuk gengsi, dan pakai ngaku-ngaku kalau barang tersebut asli, lalu buat apa?Anyway, kalau ada merk lain yang sering dipalsukan, boleh lho ditambahkan di kolom komentar.

Photos source: EBAY & teachwithjoy.com

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe