Bruce to Caitlyn, Menjadi Diri Sendiri?

15:59

Minggu ini, dunia dihebohkan dengan sampul majalah Vanity Fair. Pasalnya Bruce Jenner yang kita kenal sebagai ayah dari Kendal dan Kylie Jenner, juga sebagai mantan atlet, berpose di sana. Tetapi bukan lagi dengan rambut pirangnya yang pendek, melainkan dengan korset dan rambut panjang, beserta sebuah kutipan: Call Me Caitlyn.

Ini bukan sekadar perayaan atau peran di salah satu film. He really changed himself into another herself. Yes, definitely her. Operasi transeksual untuk "melepaskan" sosok perempuan yang terpenjara dalam tubuh lelakinya.

Sebetulnya sih, saya menganut paham yang sama dengan Eminem: I don't care if you're black, white, straight, bisexual, gay, lesbian, short, tall, fat, skinny, rich or poor. If you're nice to me, I'll be nice to you. Simple as that. Selama tidak merugikan orang lain, seseorang berhak menjadikan dirinya apa saja. Meskipun memang, saya akui saya kurang setuju dengan homoseksual/transeksual, karena kelamin adalah identitas being yang dengan operasi apapun, tak bisa diubah. Hanya saja, setiap kali ada aksi, selalu ada reaksi bukan? Eventhough i respect Caitlyn's choice, hanya saja saya sedikit bertanya: kalau memang ia adalah perempuan yang selama ini terpenjara dalam tubuh lelaki, lantas mengapa ia bisa memiliki enam anak, kandung? That even didn't make sense to me..CMIIW

Saya punya beberapa kenalan yang merasa memiliki dua kelamin dalam satu tubuh. Atau bisa kita sebut biseksual. Meskipun secara fisik, mereka hanya punya satu kelamin. Ada yang sama-sama bernafsu baik dengan pria maupun wanita. Ada pula yang merasa bernafsu hanya dengan mereka yang berkelamin sama saja. Sementara itu, kepada yang berlawanan jenis, mereka hanya merasa sayang. Bukan semacam cinta Storge yang cenderung bersahabat. Tetapi keinginan untuk bersama dan memiliki, hanya saja keinginan itu tak terlalu besar bila sudah sampai pada tahap ranjang. Well, tapi dalam kasus Bruce/Caitlyn, apakah dia juga seperti itu?

Entahlah, saya kurang yakin. Pasalnya, kalau memang begitu, dia tidak perlu melakukan operasi transeksual bukan? Tapi kenapa ia bisa memiliki anak? Ada dua hal yang cukup kontradiktif di sini.
Namun mungkin, ada titik dalam hidupnya di mana sisi perempuan itu membesar sempurna, dan meredam sisi laki-laki yang pernah ia miliki. Like a quote in 500 Days of Summer, people change, feeling change, eh?
Photo Source: Vanity Fair

You Might Also Like

0 komentar

Our Shop

Subscribe